Jumat, 11 Januari 2013

Menggunting dalam lipatan
Oleh Gondronk Art StreetMagic
26 September 2012 pukul 11:59

Tananglah kau,bunga magenta... Hanya sementara saja aku diam dipinggir arena.... Sekedar mendengar gagak gusar yang berkoak nyasar membelalakkan mata....
hujan
Oleh Gondronk Art StreetMagic
25 September 2012 pukul 5:58

Jika kau adalah kemarau....
Maka akulah hujan yg sekejap
menghapus gersang.....Jika kau adalah api yg
membakar rumpun
ilalang.,..aku akan tetap
menjadi hujan yang
menyemaikan rerumputan,.Dan jika kau menjadi pisau
yang menyayat hati...
Aku tetap saja menjadi hujan
yg mengundang pelangi
penentram sanubari...
Gamang
Oleh Gondronk Art StreetMagic
24 September 2012 pukul 3:31

Hari menepi ke senja....
Angin diam tanpa suara.....
Sinar surya padam terpagut awan...
Benarkah ini pertanda hujan yang akan menghapus padang gersang...? Sedang kemarau telah mengeringkan mata air telaga ,...
Yang terlewat
Oleh Gondronk Art StreetMagic
23 September 2012 pukul 10:57

Tak bisa kau pungkiri tentang hadirnya rasa yang menghijau padang rerumputan sepi tanpa kau sempat menyadari.....
Sejak bulir-bulir tetesan mutiara embunku membawa rasa nyaman dilubuk kalbu...
Sejak titik-titik gerimisku memuja do'a tentang berseminya taman bunga...
Sejak lembut canda rayu hembusan anginku menjadi harmoni daun-daun waru...
Masih mampukah kau lari dan mengingkari dari biasan damai pelangi yang kubangun dari bening telaga sunyi...?
Cobalah sejenak terjaga dari mimpi yang tak nyata...sebelum kau benar-benar tertinggal dalam ruang sesal.,..sebelum kau hanya sekedar tercatat dalam sajak-sajak tamat... sebab aku akan mulai berkemas,lantas pergi merantaukan hati yang lepas...meninggalkan lembar-lembar kenangan yang mengusik ketentraman...dan mungkin tak akan pernah mampu kau lupakan...
Pusaran rasa
Oleh Gondronk Art StreetMagic
20 September 2012 pukul 2:25

Aku tidak ingin menjadi api yang membakar...
Aku tidak ingin menjadi angin yang mengejar... Aku cukup nyaman menjadi air yang mengalir liar... membawamu hanyut, terhisap pelahan-lahan dalam pusaran hingga menyentuh sampai kedasar.....
Mentah
Oleh Gondronk Art StreetMagic
18 September 2012 pukul 13:01

Malam mendekap lengang.... Samudra hari tanpa riak,tanpa gelombang....
Damai
Oleh Gondronk Art StreetMagic
16 September 2012 pukul 11:02

Wahai peri ungu yang terbang risau dibalik awan ragu...
Lelap dan bermimpilah dalam tentram...pada ranjang jingga yang kuanyam dari gurauan-gurauan pesan hati....ketika danauku melukiskan warna-warni pelangi....


Tenanglah... Jika saatnya tiba ...kau akan kubangunkan ketika purnama penuh menebarkan lembut cahaya,..
Ketika bait-bait sajak yang berpadu dengan harmoni nada-nada hati selesai kucipta,,.
Dibalik tirai
Oleh Gondronk Art StreetMagic
16 September 2012 pukul 10:19

Sepertinya bukan hanya sekedar kebetulan saja..
Setelah kita bertabrakan pada beberapa adegan jumpa-jumpa tanpa perencanaan... Lantas kau kirimkan pesan-pesan sederhana yg membawa kita saling berhadap-hadapan mengukur perasaan....

Sepertinya bukan hanya kedekatan biasa yang polos tanpa corak dan warna... Kau mulai memasang jaring-jaring benang kaca yang tak terlihat,tapi setidaknya bisa kurasa...
meski tak mudah untuk kubaca...

Terserah mau bagaimana...,. Aku rasa tak ada salahnya jika kunikmati hembusan angin yang kautiupkan secara pelahan-lahan...
Mungkin saja pada suatu waktu kau sendiri yang musti mengisi kolom-kolom teka-teki yang kaucipta dari timbangan hati..
Setelah rasa nyaman mulai menyentuh sanubari...,
Dan aku akan menjadi penyeimbang harmoni...
Tawar
Oleh Gondronk Art StreetMagic
12 September 2012 pukul 6:28

Apa yang sedang terjadi padaku..?
Tiba-tiba saja jenuh luruh dalam gelas-gelas kopi hitam pada cawan ungu....dan bertangkai-tangkai mawar berubah jadi bunga sepatu....
Apa yang sedang terjadi padaku?
Tiba-tiba saja bosan menuba udara...lantas terhisap menjalar seluruh saraf otak dan rasa....
Seketika enggan menghipnotis kesadaran...
Pelahan aku terlelap dengan sketsa mimpi tanpa warna...
Sajak malas
Oleh Gondronk Art StreetMagic
11 September 2012 pukul 8:19

Lengang merambat pelahan mengkontaminasi ruang hati dan saraf otak....semua jadi kosong ketika berlembar-lembar gambar dan bait-bait sajak yang kusimpan didasar angan hilang tanpa jejak...angin bungkam dalam diam tak bergerak...imajiku tergeletak
tertidur dibalai-balai rusak,..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar